- Back to Home »
- Ketika kalimat-kalimat indah dan do'a-do'a mulai tergeser posisinya dengan ungkapan-ungkapan yang "trend"
Ketika kalimat-kalimat indah dan do'a-do'a mulai tergeser posisinya dengan ungkapan-ungkapan yang "trend"
Posted by : Unknown
Jumat, 14 November 2014
Banyak kalimat- kalimat thayyibah yang sudah di ajarkan oleh orang tua dan guru, tapi entah kenapa seakan sekarang sudah mulai tergeser kedudukannya karena bahasa dan ungkapan-ungkapan yang cenderung "lebay". Mungkin orang yang berkata menganggap itu bahasa gaul, tren masa kini, lelucon, keren, trendy, atau entah yang lainnya.
Mayoritas semua jiwa mengakui, bahkan fitrah manusiapun akan mengakui sesuatu yang baik itu adalah baik, dan sesuatu yang kurang baik itu adalah merupakan sesuatu yang kurang baik. Bahasa-bahasa lebay dan ungkapan ungkapan lebay yang sebenarnya itu tidak selayaknya diungkapkan oleh para pelajar ilmu syar'i, yang sudah dipelajari dan sudah diaplikasikan kenapa dengan mudahnya dilupakan??
Padahal dahulu selalu berkata " Maa syaa Allaah" ketika melihat sesuatu yang menakjubkan, tapi sekarang terlontar dari mereka kalimat "waw" yang mereka mungkin baru dengar dan mungkin saja baru mereka kenal, lau membiasakannya dalam keseharian. Padahal kalimat maa syaa Allaah adalah kalimat Thayyibah yang berisi do'a, lalu kenapa harus rela menggantinya dengan ungkapan "W A W"
Lalu ketika melihat teman melakukan suatu prestasi, atau melakukan sesuatu yang membanggakan, atau apapun yang baik, secara tiba tiba terdengar kalimat " cieh" dari mereka, bukankah sudah di ajarkan untuk mendo'akannya dengan keberkahan " baarakallaahu fiikum" semoga Allah memberkahimu, atau baarakallahu fii 'ilmik" semoga Allah memberkahi ilmumu.
Ketiika terjadi sesuatu yang bagus, yang menarik, kita sudah di ajarkan untuk berkata "subhanallaah" bukan berkata " oh my god ..it's so amazing"..
ketika bertemu teman, islam sudah menganjurkan kita untuk mengucapkan salam, begitu juga ketika bertemu sesama saudara, bukan malah dengan sapaan lain semisal " hai bro..gimana kabarnya?", "hello men?, jalan yuk" dan sederet sapaan sapaan lainnya.
Ketika mengucapkan terima kasih sesama teman yang sudah sama sama bisa dan tahu doanya, ucapkan jazakallahu kairal jaza, semoga Allah membalas dengan yang terbaik, kenapa mengucapkan " thanks so much", "thanks bray" dan sederet ucapan terima kasih lainnya.
Kalau dapet sesuatu yang menyenangkan, ucapkan alhamdulillah..anak kecil saja bisa, kenapa harus langsung mengucapkan " thanks God..". Padahal islam sudah mengajarkannya.
Padahal Kalimat-kalimat thayyibah adalah do'a untuk kita dan do'a untuk sang objek yang kita temui, kita mendapat pahala dari ucapan kita dan yang mendengarnya pun akan mendapatkan pahala.
Jika sudah ada tawaran pahala yang begitu mudah didapatkan, mengapa harus rela meninggalkannya, Lebih baik tetap mempertahankannya, ucapkan kalimat thayyibah dan kembali membiasakannya dalam keseharian. yang jelas kalimat thayyibah hendaknya selalu menjadi pertama dan utama dalam segala momen, yang dimana islam memang dikenal dengan kalimat thayyibahnya.
Cukup bagi muslim kalimat-kalimat thayyibah yang telah ada. Bersama sama menyemarakkan kembali kalimat thayyibah, berharap pahala dari setiap do'a dan ucapan yang diucapkan.
Semoga Allah selalu membimbing kepada kebaikan.
سبحان الله
الحمد لله
الله أكبر
لاإله إلا الله
ماشآء الله تبارك الله
...
الأستاذ رشيد المحيميد
***
itulah kehidupan pemuda islam di luar sana, padahal asma Allah itu mempunyai arti yang amat indah tidak ada yang bisa menandingi , so apa susahnya ngucapin asma Allah dikala kita dalam suasana susah sedih, galau, gembira, padahal tanpa disadari yang kita ucapkan itu akan menjadi doa untuk kita , bayangin kalau kita ngucapin perkataan jelek sama aja kita mendoakan diri kita itu jelek emang mau?? gak kan, daripada ngucapin yang gak ada manfaatnya mending menyebut asma Allah sesering mungkin uda bisa mendoakan diri kita sendiri menjadi insan yang lebih baik dapat pahala lagi siapa yang gak mau
semoga bemanfaat barakallah fikum